17 Mar 2010

Tips Renovasi Rumah Agar Tak Menggangu Tetangga



Post ini khususnya ditujukan untuk rumah yang ada dalam komplek perumahan. Dan juga mempunyai dinding yang saling berdempetan satu rumah dengan lainnya. Sehingga saat akan mengadakan renovasi, tidak hanya biaya dan proses pembangunan saja yang dipikirkan. Ada yang lebih penting, mengingat saling berdempetannya dengan rumah tetangga. Untuk itu hubungan sosial dengan tetangga juga perlu mendapat perhatian. Nantinya agar saat proses pembangunan yang mana akan menimbulkan polusi suara, polusi udara akibat debu dan gangguan tumpukan material maupun kendaraan yang lalu lalang mengangkut material, tidak menyebabkan tetangga merasa terganggu.


Sebenarnya perda tentang pembangunan maupun renovasi rumah, setiap daerah sudah mempunyai. Namun banyak warga masyarakat yang tidak mengetahui. Entah karena lemahnya sosialisasi pemda setempat, atau masyarakat sendiri yang kurang memahami dan acuh terhadap perda tersebut. Sehingga sering terjadi permasalahan dengan tetangga saat melakukan renovasi.


Ada Tips sederhana untuk menghindari permasalahan dengan tetangga saat renovasi rumah. Setidaknya dapat meningkatkan hubungan sosial yang lebih baik dengan tetangga. Dan memberikan kesan yang santun.



1. Menjalin komunikasi yang baik dengan tetangga.


Hubungan sosial yang pertama dimasyarakat adalah hubungan dengan tetangga. Tetanggalah yang pertama kali memberikan bantuan apabila kita mengalami kesusahan. Sehingga menjaga silaturahmi dengan tetangga adalah hal yang mutlak dilakukan. Untuk itu sewajarnya kita minta Ijin atau memberitahu kepada tetangga sebelum melakukan renovasi. Dan sewajarnya pula kita minta maaf terlebih dahulu bila nanti dalam proses renovasi terjadi gangguan-gangguan. Saat mendatangkan material atau kebisingan dll.



2. Mempunyai kesadaran yang tinggi tentang kebersihan lingkungan.


Saat melakukan renovasi pasti akan menimbulkan sampah atau kotoran akibat pelaksanaan renovasi. Sampah ini harus dapat dikumpulkan dengan baik sehingga tidak tercecer kemana-mana dan sesuaikan dengan daya tampung tempatnya. Kemudian secepatnya untuk dibuang ketempat pembuangan sampah. Juga apabila ada yang tercecer ketetangga, minta pekerja renovasi untuk segera membersihkan. Bila terjadi kerusakan-kerusakan pada fasilitas umum seperti jalan atau trotoar, perbaiki seperti kondisi semula.



3. Simpan material dilokasi pembangunan.


Penempatan material yang sering mengakibatkan gangguan dengan tetangga. Pemilik sering tidak memperhatikan hal ini. Material sering diurunkan dipinggir jalan. Usahakan semua material yang diperlukan bisa masuk dalam lokasi pembangunan. Dan bila hal itu tidak memungkinkan dan terpaksa harus dipinggir jalan, usahakan penumpukannya diatur serapi mungkin, sehingga tidak mengganggu lalu lintas. Mendatangkan material bisa dikelola dengan baik dijadual sesuai dengan progres pembangunan. Material yang didatangkan adalah material yang dipakai saat itu dan tunda dulu material yang belum digunakan. Sehingga tempat pembangunan akan longgar dan tidak mengganggu tetangga maupun fasilitas umum.



4. Sediakan jaring pengaman.


Saat merenovasi rumah ceceran plesteran jatuh pasti akan terjadi. Untuk mengantisipasi ceceran tersebut jatuh ketetangga, perlu dipasang jaring pengaman. Terutama saat pekerjaan pada dinding bagian luar yang berhubungan dengan tetangga. Selain melindungi rumah tetangga dari jatuhan ceceran plesteran, jaring juga dapat melindungi orang yang lalu lalang dibawahnya.



Empat tips singkat ini mudah-mudahan dapat menjawab kendala-kendala yang kita hadapai saat melakukan renovasi rumah. Sehingga renovasi yang dilakukan tidak menimbulkan masalah sosial dengan tetangga. Kerukanan dengan tetangga harus dijaga.

 

Blog Stats


free counter

Edy Suryanto .Com Copyright © 2009 Community is Designed by Bie