20 Okt 2009

Mau berperan sebagai konsumen untuk melejitkan penjualan



Konsumen adalah segalanya, dialah yang akan menentukan nilai penjualan. Tanpa konsumen, tidak ada penjualan. Memang pantas disebutnya sebagai raja. Seorang raja, dimana segala kemauan dan kebutuhannya dilayani. Demikian halnya dengan konsumen. Konsumen adalah yang mempunyai uang. Dialah yang akan menentukan terjadinya transaksi jual beli. Sebagai seorang penjual harus menyadari, bahwa konsumen mempunyai pilihan-pilihan. Pilihan untuk menentukan sesuai dengan kemauan dan kebutuhannya.


Mengetahui kemauan dan kebutuhan konsumen mutlak harus dilakukan oleh seorang penjual. Sebagai penjual harus perperan sebagai konsumen. Sehingga penjual akan dapat menyesuaikan barang yang bagaimana yang akan dijualnya. Yang sesuai dengan konsumen. Di Jakarta, ada suatu perusahaan, bergerak dalam bidang penjualan furniture. Bahan berkualitas. Karena semua konsumen pasti menyukai barang berkualitas baik. Barang perabot yang jadipun berkelas tinggi, seperti barang impor. Dibuat dengan presisi yang tinggi. Namun harganya lokal. Yang unik di toko tersebut, hanya ada contoh perabot yang berkualitas. Contoh desain dan bahan berkualitas tinggi. Konsumen yang datang dapat mengetes kualitas barang. Konsumen dapat menentukan corak dan warna, sesuai dengan kemauannya. Konsumen dapat menentukan ukuran perabot sesuai dengan kebutuhannya. Konsumen benar-benar dilayani dan dihargai. Penjualannyapun melejit dahsyat. Konsumen merasa seperti di tempat sendiri, semua yang dimaui dan dibutuhkan terlayani dengan baik. Benar-benar seperti seorang raja.


Bagaimana di bisnis online..??? Saya rasa sama. Konsumen di internet marketing juga mempunyai kemauan dan kebutuhan. Misal suatu produk informasi. Bukan produk Scams, dapat terealisasi sesuai janji diiklan. Konsumen mau isi padat, gaya bahasanya enak dibaca, mudah dipahami, penjelasan tidak bertele-tele, dan harga terjangkau. Juga konsumen butuh bimbingan dalam prakteknya. Tinggal bagaimana penjual mengambil peran sebagai konsumen tersebut. Apakah bisa mengetahui semua kemauan dan kebutuhan konsumen. Atau hanya sebagian saja. Nilai penjualan akan ditentukan disini. Semakin banyak tahu apa yang dimau dan dibutuhkan konsumen, semakin banyak pula pelayanan yang dilakukan kepada konsumen. Dan tingkat kepuasan konsumenpun semakin tinggi. Pastinya nilai penjualan akan terangkat dan melejit.


Bagaimana produk selain produk informasi? Sama saja.. Yang penting adalah kemauan penjual untuk berperan sebagai konsumen. Sehingga tahu dan mau melayani dengan baik semua kemauan dan kebutuhan konsumen. Ingat konsumen adalah raja, dan penjual adalah abdi yang melayani sang raja. Dengan rasa puas, yang pasti konsumen tidak akan segan-segan kembali, untuk membeli produk yang lainnya.

16 Okt 2009

Bagaimana Layanan Purna Jual di Internet Marketing



Bukan hanya pada perusahaan offline saja, after sales sarvice dijalankan. Di dunia online, yang dikenal dengan bisnis internet atau intenet marketing hal ini juga dirasa penting. Karena bisnis internet selama ini menganut sistem viral marketing. Sehingga hubungan baik dengan customer atau membernya harus dipererat. Dengan sistem viral marketing, saya yakin persen penjualan tertinggi adalah dari para reseller. Sebenarnya para member ini memegang peranan penting. Namun kalau bisa kita amati pelayanan purna jual pada internet marketing sangat minim sekali. Bisa dilihat haya berapa persen beginer atau para pemula yang berhasil. Paling jumlahnya dibawah 10%. Bahkan ada yang ditinggal begitu aja, yang penting jualannya laku. Ini sebenarnya akan menghancurkan dirinya sendiri.


Layanan purna jual seperti apa diintenet marketing?.. Para penjual harus tahu apa kemauan para customer. Di internet marketing produk yang banyak dijual adalah produk informasi. Misal: Formula Bisnis & Rahasia Blogging Produk Joko Susilo, Ngeblog dapat duwit & Penghasilan Fullime produk Willy Mulia, Program afiliasi produk Dhini Santi. Produk seperti ini hanya bersifat informasi, maka para customer butuh arahan atau bimbingan dari a ~ z dalam prakteknya. Peran customer service mutlak dijalankan dalam membina hubungan. Kalau perlu sampai beginer tersebut mendapatkan hasil, terus terpantau. Karena hasil (uang) itulah para beginer ini mau membeli produk tersebut.


Kegagalan demi kegagalan para beginer, yang kemudian berlanjut menuding program informasi yang dibelinya menipu, atau pembohong, sudah banyak kita jumpai di internet. Menurut saya ini karena kurangnya layanan purna jual yang diterapkan. Coba kita simak bersama, layanan seperti apa yang sudah diberikan pada internet marketing. Yang sudah kita ketahui bersama adalah blog yang memberikan tips-tips atau ulasan teoritis. Dengan menyediakan kolom komentar, untuk member mengomentari posting tersebut atau sekedar bertanya. Hal ini tidak jelek, tapi saya rasa masih kurang mengena. Sudahkah memberikan bimbingan atau arahannya untuk menjalankan produk yang dibeli. Sudahkah menanyakan pada membernya sampai dimana langkah action yang sudah dilakukan. Atau pernahkah para membernya untuk diajak diskusi membahas produknya. Sebenarnya pada layanan purna jual ini tidak hanya pembeli saja yang aktif. Seharusnya penjualpun juga harus mengambil peran aktif. Karena disini akan menguntungkan kedua belah pihak. Maka jangan terus dibiarkan para customernya, walaupun ia diam atau tidak bertanya.


Saya salut pada Dhini santi yang telah memberikan ruang di websitenya untuk forum diskusi tentang produknya atau menuangkan keluh kesah para membernya. Sehinga membernya akan bisa terpantau tingkat keberhasilannya. Yang menyusul kemudian memberikan harapan adalah formula bisnis. Telah membuat ruang forum di facebook. Mudah-mudah forum ini nantinya juga memberikan layanan purna jual yang lebih hebat. Sedangkan yang lain kapan akan menyusul....???.


Dengan layanan purna jual, member akan mempunyai keterikatan yang kuat. Perlu diingat para member adalah tulang punggung. Untuk itu hubungan baik dan langgeng harus diciptakan dan dipupuk biar subur. Tidak ada member tidak ada hasil, banyak member banyak promosi gratis dan pastinya meningkatkan penjualan. Tidak ada kata terlambat untuk berbuat lebih baik, demi keuntungan bersama.

12 Okt 2009

Membuat hubungan yang langgeng antara penjual dan pembeli dengan layanan purna jual



Membuat hubungan yang baik, dengan pembeli adalah suatu keharusan. Bahkan dengan calon pembelipun, suatu hubungan baik seharusnya sudah terbina. Dimana seorang pembeli sudah masuk ruang jual, atau sudah melihat dan mempelajari produk yang ditawarkan, disaat itulah hubungan baik harus sudah dijalankan. Dan tidak terhenti sampai produk yang ditawarkan terjual. Hubungan yang langgeng harus terbentuk setelah produk terjual. Sistem ini biasa disebut Layanan Purna Jual, After Sales Service. Dengan sistem layanan ini, seorang pembeli, disamping akan mendapatkan kepuasan juga akan mempunyai ikatan yang kuat dengan sang penjual. Sang penjualpun akan diuntungkan dengan promosi gratis dari pembeli tersebut. Yaitu dengan kepuasan yang ia dapatkan, pasti akan ia ceritakan kepada saudara, kenalan atau orang-orang lainnya, tentang suatu produk yang ia beli tersebut.


Layanan purna jual di dunia off line sudah banyak dipraktekkan oleh para perusahaan. Terutama perusahaan besar, bahkan membentuk suatu bagian khusus customer service. Layanan purna jual merupakan bagian kelangsungan hidup perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Dengan rasa kepuasan yang didapat seorang pembeli tersebut akan menjadi pelanggan yang setia. Pada bisnis otomotif, misalnya, perusahaan penjualan mobil. Saat seorang calon pembeli masuk di showroom, saat itulah salah satu sales pasti akan mendatangi dan mendampinginya. Yang pertama diberikan adalah senyuman. Disini hubungan baik mulai dibentuk oleh sales tersebut. Dengan menanyakan identitas, yang terpenting nama dan nomer telphon. Kemudian akan menunjukkan mobil yang diinginkannya. Menjelaskan keungulan dan kelemahannya, juga point-point positip atau unggulan yang ada di perusahaan tersebut. Bonus yang diberikan, ketersediaan spare part, layanan servis, konsultasi gratis dan mungkin keahlian para mekaniknya.


Kalaupun saat itu tidak terjadi transaksi pembelian, salespun tetap tersenyum. Dengan bekal nomer telphon yang sudah didapat, sales dikemudian hari akan menghubungi calon pembeli tersebut. Tidak hanya semata-mata menanyakan kapan akan dilakukan transaksi pembelian. Tapi juga menanyakan bagaimana kondisi kesehatan, hobinya, usahanya atau pekerjaannya dan apa keraguannya dengan membeli mobil tersebut. Sebenarnya calon pembeli itu sudah ingin membeli mobil lain, karena keramah-tamahan, kesopanan dan kadang hanya dengan senyuman sang sales, ia kembali dan melakukan transaksi pembelian. Namun hubungan tidak terhenti sampai disini.


Kelanggengan hubungan mulai diciptakan. Dengan sistem layanan purna jual, hal itu dibentuk. Perlu diingat bahwa perusahaan mobil tidak hanya menjual mobil saja. Tapi juga spare part dan jasa layanan servis. Dengan layanan purna jual yang jelek, yaitu spare part yang tidak lengkap, servis yang tidak profesional dan mungkin janji-janji bonus yang tidak ditepati, hubungan yang sudah terjalin tersebut pasti akan putus. Bisa jadi mobil yang baru dibeli akan dijual dan ganti dengan mobil produksi perusahaan lainnya. Dan yang lebih parah ia akan cerita ke saudara, teman sekantor, atau orang lainnya. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi??.....Betapa besar peran layanan purna jual tersebut dalam kelangsungan hidup suatu perusahaan.


Dengan layanan purna jual, akan menguntungkan kedua belah pihak. Customer merasa dilayani dengan baik dan puas. Penjual dapat promosi gratis, pelanggan setia dan bisa juga meningkatkan omset penjualan.


Bagaimana dengan Internet Marketing...????


Sudahkan di dunia online menerapkan layanan purna jual..?? Seperti apakah layanan purna jual internet marketing saat ini...???


Dan apakah para customer internet marketing sudah merasa puas..?? Ikuti di posting berikutnya.

6 Okt 2009

Tidak sabar membuat beginer frustasi dan menjadi pecundang

Para pemain baru di internet marketing, atau newbie dan biasa juga disebut beginer, merupakan sasaran empuk iklan internet marketing. Iklan internet marketing memang membuat ngiler para beginer ini. Para beginer ini biasanya orang-orang yang masuk kedunia baru tersebut dengan tujuan merubah nasib, mencari uang dari internet. Bagaimana tidak ngiler.....didunia offline ia susah mencari uang, tiba-tiba membaca iklan : Menghasilkan 70 juta perhari; Hanya dengan 10 ribu dapat hasil ratusan juta; Dalam waktu satu minggu atm akan terisi secara otomatis setiap hari, dan masih banyak lainnya. Woww... selain ngiler...membuat jantung berdetak kencang, jiwanya dirasuki nabsu dan pikirannya mulai tidak terkontrol. Mimpi-mimpi indah mulai menghiasi pikirannya. Dan hasilnya....mimpi belaka...

Ketidak sabaran para beginer, adalah kunci masalah semuanya. Nabsu ingin hasil dengan cepat, membuat action yang dilakukan tanpa perencanaan yang matang. Jika boleh memakai istilah Willy Mulia bahwa menjadi internet marketing itu tidak gampang. Tapi bukan berarti tidak bisa. Asal tekun dan goalnya jelas, apapun rintangannya akan bisa terlewati. Dan yang terpenting adalah siapkan mental untuk tidak mendapatkan hasil atau uang selama 6 bulan – 1 tahun pertama. Para pakar internet marketing seperti Joko Susilo mendapatkan hasil 70 juta sehari butuh waktu lebih dari 3 tahun. Willy Mulia untuk mendapatkan hasil 2 juta perhari butuh waktu lebih dari 2 tahun. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa di inernet marketing butuh proses, butuh perencanaan, action dan pengorbanan.

Beginer saat ini bak supir angkot. Tendang sana, srobot sini untuk mengejar setoran. Actionnya tanpa rencana dan tidak terkontrol. Ebook yang dibelinya dikesampingkan. Paling jalan hanya 50 % saja. Dan tuntutan beginer adalah iklan yang dibacanya sebelum membeli program tersebut. Goal akhirnya, woww... nol besar alias mandul. Ada yang bilang untung modalnya bisa kembali. Yang terjadi umpatan sana sini para beginer tersebut di forum, millis dan lainnya. Program si internet marketing yang dibelinya bohong, bahkan lebih keras lagi penipuan. Disayangkan sampai terjadi demikian. Siapa yang patut disalahkan, tidak ada. Beginer sudah dirasuki nabsu untuk mendapatkan hasil seperti di iklan. Dan pemasang iklanpun dengan merayu dan sedikit membual supaya dagangannya laku. Semua itu sah-sah saja. Di bisnis offline pun seperti itu.

Masuk dunia internet marketing harus siap mental baja. Siap gagal. Lebih baik pernah mengalami kegagalan, dari pada tidak pernah action sama sekali. Namun kegagalan tersebut bisa dijadikan guru untuk tidak terulang dan dapat meraih kesuksesan. Para netter yang mau masuk ke dunia internet marketing sebagai beginer atau pemula, harus cerdas. Cerdas dalam memilih program yang akan dibelinya. Kemudian mau belajar, sabar dan diikuti oleh action aktif yang terencana. Berpikir positip dan tidak takut gagal, serta cepat meraih peluang. Kalau tidak....sudah banyak beginer yang frustasi dan hanya menjadi pecundang.

 

Blog Stats


free counter

Edy Suryanto .Com Copyright © 2009 Community is Designed by Bie